image

Ingin Lolos Wawancara Kerja? Lakukan 6 Hal Ini

Ingin Lolos Wawancara Kerja? Lakukan 6 Hal Ini – Sebagai seorang job seeker, tentu kamu akan menghadapi wawancara kerja. Akan tetapi, masih banyak job seeker yang menganggap wawancara kerja sebagai momok. Bagaimana tidak? Ketika wawancara semua ucapan dan gerak-gerik akan dinilai oleh HRD. Belum lagi kamu dituntut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan menjebak dari HRD. Sudah pasti akan ada perasaan gugup ketika wawancara. Tapi itu hal yang wajar. Hanya saja, jangan sampai rasa gugup mengambil kendali dan akhirnya kamu gagal.

Wawancara kerja biasanya seleksi final sebelum kamu dinyatakan diterima di sebuah perusahaan. Sebelum wawancara, tentunya kamu sudah melewati beberapa tahapan tes, seperti pemberkasan sampai ke psikotes. Nah, kamu tentu tidak mau kan kalau perjalanan dan usahamu yang sudah begitu panjang terbuang sia-sia hanya karena gugup saat wawancara? Berikut ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar wawancara kerjamu berhasil.

Persiapan

Pada dasarnya HRD menyukai interviewer yang punya persiapan. Setidaknya, kamu sudah harus tahu melamar pada perusahaan yang bergerak di bidang apa dan posisi yang kamu lamar. Sehingga nantinya jika HRD bertanya, “Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan”, kamu bisa menjawab dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Berpakaian Formal

Pasti kamu pernah mendengar istilah “Pakaian adalah cerminan diri”. Nah, ketika wawancara usahakan kamu menggunakan pakaian formal. Jangan sampai kamu gagal wawancara hanya karena kamu salah memilih outfit. Pakaian formal di sini tidak melulu menggunakan jas dan sepatu pantofel. Sebelum datang ke wawancara, coba cari tahu kira-kira culture perusahaan tersebut seperti apa. Jika perusahaan bergerak di bidang kreatif, kamu bisa memilih outfit yang casual tapi tetap terlihat formal. Berbeda jika kamu melamar di perusahaan BUMN, sudah pasti kamu harus menggunakan pakaian yang formal. Kuncinya adalah sesuaikan dengan culture perusahaan.

Komunikatif

Ketika wawancara tentunya HRD akan menanyakan beberapa pertanyaan. Ketika menjawab pertanyaan HRD, usahakan untuk komunikatif. Artinya, jawab sesuai dengan pertanyaan dan usahakan tidak menjawab dengan jawaban singkat. Usahakan untuk menjabarkan jawaban yang kamu berikan kepada HRD. HRD akan lebih suka dengan jawaban panjang daripada jawaban singkat karena akan memudahkan HRD dalam menilai. Meskipun begitu, usahakan jawabanmu on track dan tidak melebar ke hal lain di luar pertanyaan.

Antusias

Dalam sebuah sesi wawancara, ada saat dimana HRD akan menjelaskan sekilas tentang perusahaan dan jobdesk posisi yang dilamar. Biasanya, HRD juga akan memberi kesempatan kepada viewer untuk bertanya. Nah, gunakan kesempatan ini untuk bertanya dan menunjukkan antusias terhadap posisi yang kamu lamar. Pertanyaan yang bisa kamu ajukan, seperti bagaimana budaya kerja di perusahaan, jenjang karir, dan hal-hal lainnya yang menunjukkan ketertarikanmu terhadap posisi dan perusahaan yang kamu lamar.

Jelaskan potensi diri

Usahakan untuk menuliskan kemampuan terukur di CV, lalu jelaskan kemampuan tak terukur saat wawancara. Skill yang dapat kamu jelaskan ketika wawancara, seperti kemampuan bekerja sama, leadership, kemampuan berargumen, dan kemampuan lainnya yang bersifat soft skill. Akan tetapi, kamu juga perlu bukti untuk menguatkan pernyataanmu, seperti pengalaman organisasi atau pengalaman kerja agar HRD percaya bahwa kamu benar-benar memiliki skill seperti yang sudah dijelaskan.

Hindari energi negatif

Ketika wawancara, usahakan kamu selalu membangun energi positif. Jangan sekali-kali membawa energi negatif ketika sedang wawancara. Misalnya saja HRD menanyakan alasan kenapa resign dari perusahaan lama. Sebaiknya jangan menyebutkan sisi negatif perusahaan. Tetap jaga nama baik perusahaan sebelumnya. Dengan membangun energi positif, kamu akan mengesankan pihak perusahaan bahwa kamu karyawan yang positif dan memiliki keinginan untuk maju.

Itu dia tips yang bisa kamu gunakan ketika sedang wawancara kerja. Poin terpenting dalam sebuah wawancara kerja adalah percaya diri dan tunjukkan sisi terbaik versi kamu. Akan tetapi jika semua hal di atas sudah kamu lakukan dan masih saja gagal, itu bukan karna kamu bodoh atau tidak berguna. Akan tetapi, perusahaan yang kamu lamar memang bukan perusahaan yang cocok dengan skill yang kamu miliki. Terus mencoba dan pantang menyerah!

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uploading